35 Dasar Spektroskopi (IR, NMR, MS)
Spektroskopi adalah cara “membaca” struktur molekul dari interaksinya dengan energi: IR melihat gugus fungsi, NMR melihat kerangka atom H dan C, MS melihat massa molekul. Tiga alat ini sering muncul berbarengan untuk menebak struktur senyawa organik.
35.1 Bilangan gelombang (dasar IR)
IR mengukur getaran ikatan. Sumbu-x spektrum IR pakai bilangan gelombang \(\tilde{\nu}\) (satuan \(\text{cm}^{-1}\)), yang merupakan kebalikan panjang gelombang:
\[ \tilde{\nu} = \frac{1}{\lambda} \]
Makin kuat/kaku ikatan dan makin ringan atomnya, makin tinggi \(\tilde{\nu}\) serapannya. Itu sebabnya ikatan rangkap menyerap di angka lebih tinggi daripada ikatan tunggal.
35.2 IR: rentang gugus fungsi
Hafalkan beberapa “sidik jari” utama berikut — cukup untuk menebak gugus dari soal:
| Gugus / ikatan | Rentang \(\tilde{\nu}\) (\(\text{cm}^{-1}\)) | Ciri pita |
|---|---|---|
| O–H (alkohol) | 3200–3550 | lebar, membulat |
| O–H (asam karboksilat) | 2500–3300 | sangat lebar |
| N–H (amina/amida) | 3300–3500 | 1–2 puncak tajam |
| C–H (sp³) | ~2850–2960 | sedang |
| C≡N / C≡C | 2100–2260 | tajam, lemah |
| C=O (karbonil) | ~1700 | tajam, kuat |
| C=C (alkena) | ~1620–1680 | lemah–sedang |
Aturan praktis: ada puncak kuat di sekitar 1700 → kemungkinan besar gugus karbonil (aldehida, keton, asam, ester). Ada pita lebar di 3200–3550 → ada .
35.3 ¹H-NMR: geseran, n+1, integrasi
¹H-NMR membaca atom hidrogen. Tiga informasi kunci:
- Geseran kimia (\(\delta\), ppm): posisi sinyal menunjukkan lingkungan H. Makin dekat ke atom elektronegatif (O, halogen) atau , makin besar \(\delta\) (geser ke kiri). Contoh kasar: alkana \(\delta \approx 0{,}9{-}1{,}5\); H dekat O (\(\ce{-O-CH}\)) \(\delta \approx 3{,}3{-}4{,}0\); H aromatik \(\delta \approx 6{,}5{-}8\).
- Aturan n+1 (splitting): sinyal sebuah H terpecah menjadi \((n+1)\) puncak, dengan \(n\) = jumlah H tetangga yang tak setara. Jadi 2 H tetangga → triplet (3 puncak), 3 H tetangga → kuartet (4 puncak).
- Integrasi: luas sinyal sebanding dengan jumlah H jenis itu. Rasio integrasi = rasio jumlah H.
\[ \text{jumlah puncak} = n_\text{H tetangga} + 1 \]
35.4 ¹³C-NMR: jumlah sinyal
¹³C membaca kerangka karbon. Yang dipakai adalah isotop (kelimpahan ~1,1%); isotop utama punya spin inti nol sehingga tak aktif di NMR. Aturan utama untuk OSN:
- Jumlah sinyal = jumlah karbon yang tak setara (lingkungan berbeda).
- Karbon yang ekuivalen karena simetri menyatu jadi satu sinyal.
Contoh: etanol punya 2 jenis C → 2 sinyal.
35.5 MS: ion molekul dan puncak M+2
Spektrometri massa menembak molekul jadi ion lalu menimbang berdasarkan rasio \(m/z\).
- Ion molekul (puncak paling kanan, \(m/z\) tertinggi) = massa molekul relatif senyawa.
- Puncak M+2: muncul karena isotop berat. Untuk (³⁵Cl : ³⁷Cl ≈ 3 : 1) → M : M+2 ≈ 3 : 1. Untuk (⁷⁹Br : ⁸¹Br ≈ 1 : 1) → M : M+2 ≈ 1 : 1.
Jadi melihat pola M dan M+2 langsung memberi tahu ada Cl atau Br.
35.6 Contoh
Contoh 1 (¹H-NMR etanol, ). Ada 3 jenis H: , , .
- punya 2 H tetangga (di ) → \(2+1 = 3\) → triplet, integrasi 3.
- punya 3 H tetangga (di ) → \(3+1 = 4\) → kuartet, integrasi 2.
Contoh 2 (MS dan IR). Spektrum MS menunjukkan M = 78 dan M+2 = 80 dengan tinggi hampir sama (≈1 : 1) → ada Br. Bila IR juga punya puncak kuat di ~1700 → ada .
35.7 Mengapa penting di OSN-K
Topik ini langsung diuji pada blok soal organik/struktur. Lihat solusi:
- 2024: blok struktur & analisis senyawa di Soal 11–16.
- 2025: pembahasan khusus di Spektroskopi & Organik (mencakup #8–17).
Untuk rentang lengkap dan latihan baca spektrum, pakai sumber lengkap dan referensi NMR. Bacaan visual yang ramah:
- IR Spectroscopy Infographic — Compound Interest dan Spektroskopi Inframerah (IR) — Frekuensi Serapan
- Identifying Characteristic Functional Groups — LibreTexts
- Guide to Proton NMR (¹H NMR) — Compound Interest
- Guide to ¹³C NMR — Compound Interest
- Mass Spectrometry & Panduan Membaca Spektra Massa — Compound Interest
35.8 Daerah spektrum dan energi cahaya
Tiap daerah cahaya membawa energi berbeda. Energi foton:
\[ E = h\nu = \frac{hc}{\lambda} \]
Jadi panjang gelombang besar → energi kecil, dan sebaliknya. Energi inilah yang menentukan “gerakan” apa dalam molekul yang bisa diubah:
| Daerah cahaya | Energi | Jenis transisi yang dipicu |
|---|---|---|
| Gelombang mikro | kecil | rotasi molekul |
| Inframerah (IR) | sedang | vibrasi ikatan |
| UV–tampak (visibel) | besar | elektronik (loncatan elektron) |
Untuk mengenali daerah dari \(\lambda\), ubah dulu ke bilangan gelombang \(\tilde{\nu} = 1/\lambda\) (lihat di atas) dan cocokkan: IR khas \(\approx 400\text{–}4000\ \text{cm}^{-1}\).
Contoh. Diberi \(\lambda = 6{,}67\ \mu\text{m} = 6{,}67\times10^{-6}\ \text{m} = 6{,}67\times10^{-4}\ \text{cm}\). Maka
\[ \tilde{\nu} = \frac{1}{6{,}67\times10^{-4}\ \text{cm}} \approx 1500\ \text{cm}^{-1}. \]
Nilai ini di rentang IR → transisi vibrasi. (Tips konversi: \(1\ \mu\text{m} = 10^{-4}\ \text{cm}\).)
35.9 Jenis transisi elektronik (UV–tampak)
Di UV–vis elektron meloncat dari orbital terisi ke orbital kosong. Urutan energi yang diperlukan (dari paling besar ke paling kecil):
\[ \sigma \to \sigma^* \;>\; n \to \sigma^* \;>\; \pi \to \pi^* \;>\; n \to \pi^* \]
Karena \(E = hc/\lambda\), transisi berenergi kecil menyerap pada \(\lambda\) besar. Jadi \(\lambda_\text{max}\) besar (mendekati cahaya tampak) → transisi berenergi rendah, biasanya \(n \to \pi^*\).
Contoh. Senyawa menyerap di \(\lambda_\text{max} = 280\ \text{nm}\) (UV-dekat, sudah mendekati tampak) → energi transisi rendah → cocok dengan \(n \to \pi^*\) (mis. pasangan elektron bebas O pada gugus ).
35.10 Derajat ketakjenuhan (DBE)
Sebelum membaca IR/NMR, hitung dulu derajat ketakjenuhan (DBE / degree of unsaturation) dari rumus molekul. DBE = jumlah ikatan rangkap + cincin:
\[ \text{DBE} = \frac{2C + 2 + N - H - X}{2} \]
dengan \(C\) = jumlah karbon, \(H\) = hidrogen, \(N\) = nitrogen, \(X\) = halogen. Oksigen tidak ikut dihitung.
- \(\text{DBE} = 0\) → senyawa jenuh (tak ada rangkap/cincin).
- \(\text{DBE} = 1\) → tepat satu ikatan rangkap atau satu cincin. Bila IR kuat di ~1700 → kemungkinan besar satu gugus .
Contoh (gabung DBE + IR + NMR). Rumus : \(\text{DBE} = \dfrac{2(5)+2-10}{2} = 1\). IR kuat di ~1720 cm⁻¹ → gugus , jadi keton/aldehida. Pola ¹H-NMR: doublet (6 H, dua ) + septet (1 H). Septet = \(n+1=7 \Rightarrow n=6\) H tetangga → satu diapit dua (gugus isopropil), sisanya . Strukturnya (3-metil-2-butanon).
Catatan aturan \(n+1\): bila tetangga tak punya H (\(n=0\)), sinyalnya singlet (\(0+1=1\) puncak). Inilah cara cepat menebak ada/tidaknya singlet pada sebuah molekul.
35.11 Inti mana yang “terlihat” NMR?
NMR hanya melihat inti yang spin intinya tidak nol (\(I \neq 0\)). Aturan cepat:
- Jika jumlah proton dan jumlah neutron sama-sama genap → \(I = 0\) → inti tidak aktif NMR (mis. , ).
- Jika salah satu atau keduanya ganjil → \(I \neq 0\) → inti aktif NMR (mis. , , ).
Contoh. : 6 proton (genap), 7 neutron (ganjil) → \(I \neq 0\) → aktif (dasar ¹³C-NMR). : 6 proton, 6 neutron (genap–genap) → \(I = 0\) → tidak aktif.
35.12 Spektrum atom: rumus Rydberg (ion mirip-hidrogen)
Untuk atom/ion dengan satu elektron (H, , , …), panjang gelombang garis emisi/serapan mengikuti rumus Rydberg:
\[ \frac{1}{\lambda} = R\,Z^2\left(\frac{1}{n_1^2} - \frac{1}{n_2^2}\right) \]
dengan \(R \approx 1{,}097\times10^{7}\ \text{m}^{-1}\), \(Z\) = nomor atom, \(n_1 < n_2\) level energi. Faktor \(Z^2\) membuat ion berat-muatan menyerap di energi jauh lebih tinggi daripada H.
Contoh. (\(Z=2\), satu elektron). Keadaan dasar \(n=1\); “tereksitasi pertama” \(n=2\), “tereksitasi ketiga” \(n=4\). Untuk transisi \(n_1=2 \to n_2=4\):
\[ \frac{1}{\lambda} = R\,(2)^2\left(\frac{1}{2^2} - \frac{1}{4^2}\right) = 4R\left(\frac{1}{4}-\frac{1}{16}\right) = 4R\cdot\frac{3}{16} = \frac{3R}{4}. \]
- Puncak IR kuat di sekitar 1700 cm⁻¹ menandakan gugus apa? (jawab: karbonil )
- Sebuah H punya 3 H tetangga; berapa jumlah puncaknya (aturan n+1)? (jawab: 4 — kuartet)
- Spektrum MS menunjukkan rasio M : M+2 ≈ 1 : 1. Unsur apa yang hadir? (jawab: bromin, Br)